Ribuan Langkah, Satu Cerita: Semarak Jalan Gayeng MTs N 2 Banjarnegara
Hujan rintik yang sempat turun di malam hari membuat rumput lapangan basah dan tanah becek tak menyurutkan semangat ribuan siswa MTs N 2 Banjarnegara untuk mengikuti Jalan Gayeng, agenda tahunan yang pada Kamis, 4 Desember 2025, digelar meriah di Lapangan Sokanandi. Tahun ini, kegiatan tersebut terasa istimewa karena sekaligus menjadi ajang Gelar Karya Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan Lil ‘Alamin (P5RA) dengan tema besar “Kearifan Lokal”.
Sejak pagi, lapangan sudah dipenuhi warna—warna kostum unik, kreasi dari bahan bekas, hingga properti kelas yang menggambarkan kekayaan budaya Banjarnegara. Sebanyak 30 kelas menampilkan ide terbaiknya. Ada yang membawa miniatur gunungan hasil bumi, ada yang berdandan ala tokoh-tokoh tradisi lokal, dan ada pula yang memvisualisasikan ikon-ikon Banjarnegara seperti Dawet Ayu, Seruling Mas, atau tarian tradisional.
Sorak-sorai siswa bercampur dengan tepuk tangan warga sekitar yang datang memenuhi pinggir rute. Mereka menikmati setiap tampilan yel-yel, kostum kreatif, serta atraksi ringan yang ditampilkan oleh para peserta. Tak sedikit warga yang mengabadikan momen ini dengan ponsel mereka, seolah acara ini telah menjadi hiburan kolektif yang ditunggu-tunggu.
Di tengah riuh rendah itu, Kepala MTs N 2 Banjarnegara tampil membuka acara secara resmi. Dengan melepas puluhan balon warna-warni ke langit, beliau menyampaikan harapan agar madrasah terus maju dan memberikan karya terbaik bagi masyarakat. Balon-balon itu terbang tinggi, disambut sorak siswa yang menggema di seluruh lapangan.
Setelah aba-aba diberangkatkan, barisan peserta mulai bergerak menempuh rute menuju kawasan madrasah. Meski perjalanan tidak panjang, suasana sepanjang jalan terasa seperti karnaval budaya. Kostum warna-warni, musik portable, yel-yel lantang, hingga aksi teatrikal kecil dari beberapa kelas membuat suasana semakin hidup dan penuh energi positif.
Tak hanya sekadar jalan sehat, kegiatan ini juga menjadi ajang lomba antar kelas. Tim juri dari pihak madrasah menilai kreativitas kostum, kekompakan yel-yel, serta kesesuaian tema kearifan lokal. Kelas terbaik akan membawa pulang hadiah sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras mereka mempersiapkan penampilan terbaik.
Di akhir kegiatan, kebersamaan terasa semakin kuat. Guru, siswa, dan warga sekitar seakan larut dalam euforia sederhana: merayakan ulang tahun madrasah sekaligus merawat budaya lokal dengan cara yang menyenangkan.
Melalui Jalan Gayeng tahun ini, MTs N 2 Banjarnegara tak hanya merayakan ulang tahunnya yang ke-30, tetapi juga menunjukkan bahwa pendidikan dapat menjadi ruang kreatif, sehat, dan penuh makna budaya. Sebagaimana balon-balon yang terbang tinggi pagi itu, harapan seluruh keluarga besar MTs N 2 Banjarnegara pun ikut melayang, menatap masa depan yang semakin jaya, berbudaya, dan membumi.

Mts 2 banjarnegara kerenn bangett,sekolah impian dehh๐ฅฐ๐ฅฐ
BalasHapus