Mengubah Petikan Cerpen Menjadi Teks Prosedur
Kegiatan 1 Membaca
Bacalah kutipan cerpen berikut ini!
TABU
Namanya Isrul. Dia sangat bersyukur karena dilahirkan di keluarga
yang memadai. Untuk biaya sekolah, orang tuanya sangat mampu
menyediakannya. Anehnya, kemudahan untuk sekolah tak dapat dia
nikmati.
Kepala desa dan guru-guru di desa Isrul selalu berusaha mengubah
pola pikir masyarakat di desa. Ketika ada penyuluhan pendidikan, rata-rata
orang tua hanya mendengar saja, sesudah itu kembali sibuk dengan urusan
sawah, kebun, sapi, dan berbagai mata pencaharian lainnya.
Salah seorang di antara mereka adalah ayah Isrul. Baginya, sekolah itu
bagai angin lalu. Baca buku itu buang waktu. Kepada anak lelakinya, dia
selalu menegaskan bahwa membantu orang tua adalah hal yang utama.
Karenanya, yang dilakukan Isrul begitu pulang sekolah adalah
mengurus sapi. Dia senang mengurus binatang, tapi kegiatan ini sungguh
menyita waktu. Dia harus memeriksa rumput dan menyingkirkan barang
asing seperti ranting atau plastik yang mungkin terbawa. Setelah itu dia
mencacahnya menjadi potongan kira-kira 10 cm. Dulu waktu sapi-sapi itu
masih kecil, potongan rumputnya pun lebih kecil lagi.
Tentu parang besar yang dia gunakan harus diasah dulu agar tajam
sehingga proses pencacahan berlangsung cepat. Isrul ingin tugasnya lekas
selesai.
Pada saat Isrul mencacah rumput, dua sapi yang menunggu tak henti
melenguh tak sabar.
“Tunggu sebentar. Aku juga lapar, sama seperti kalian. Kalian enak,
tinggal makan. Setelah ini aku masih harus ke sawah menjaga padi dari
serbuan burung,” sahut Isrul kepada sapi-sapinya.
Empat ember besar disiapkan, dua untuk rumput dua lagi untuk air
minum sapi. Isrul meraup cacahan rumput dan menumpahkannya ke
dalam ember. Sapi-sapi menyambutnya dengan sukacita. Ember berikutnya
diisi air hangat yang dibubuhi sedikit garam buat air minum sapi-sapi itu.
Sambil mengusap keringat, Isrul menatap binatang peliharaannya.
Bagaimanapun, dia punya tanggung jawab membantu orang tuanya.
Urusan sekolahnya akan dia bahas dengan ayahnya nanti malam, apa
pun risikonya. Dia sudah bertekad ingin melanjutkan sekolah ke kota
kecamatan.
Mungkin masalah yang dialami Isrul juga dialami anak-anak
sebayanya di negeri ini. Dia tinggal di desa terpencil, jauh dari hiruk pikuk
perkotaan, dengan tradisi yang masih sangat kental. Banyak warga yang
berpenghasilan tinggi dari pertanian dan peternakan, tetapi hampir semua
orang tua di desanya tidak pernah merasakan duduk di bangku sekolah,
termasuk ayah dan ibunya.
“Dulu tidak ada sekolah di desa ini.”
Begitu jawaban ayah Isrul ketika ditanya mengapa banyak warga yang
tidak sekolah.
Ketika Isrul penasaran dan mencoba bertanya lebih jauh, ayahnya
segera meninggikan suara, “Sudah, jangan banyak bicara. Tidak sopan sekali. Tahu apa kau tentang tempo dulu. Siapa yang bantu Ayah mengurus
kebun kalau kau sekolah terus?”
Begitu mendengar kalimat seperti itu, lagi-lagi Isrul terpaksa bungkam.
Jika tidak, ayahnya akan tersinggung dan tidak akan ada yang bisa
meredakan amarahnya hingga berhari-hari.
Isrul sangat menghormati ayahnya dan tak ada kata lain yang keluar
melalui pita suaranya kecuali iyye’—iya. Sudah menjadi tradisi di desanya,
bahwa semua perkataan orang tua sifatnya mutlak, dan menentang orang
tua adalah tabu.
Jadi, saat anak-anak lain terhalang melanjutkan sekolah karena tak ada
biaya, Isrul dan anak-anak di desanya harus berjuang meyakinkan orang
tua bahwa sekolah itu penting. Perjuangan ini sungguh tidak mudah, karena
jika seorang anak salah bicara sedikit saja, dia akan dianggap menentang
orang tua. Sekali lagi, menentang orang tua adalah tabu.
Di antara hamparan sawah yang keemasan, Isrul mengharap sepercik
cahaya. Dia ingin mencari cara agar berhasil keluar dari masalah itu. Isrul
ingin bisa sekolah sampai tinggi, jika perlu setinggi angkasa. Dia ingin
menjadi tokoh-tokoh pintar yang namanya tercantum di buku-buku
perpustakaan sekolah. Dia ingin memajukan desanya suatu hari nanti.
-------------------------------------------
Kegiatan 2 Berdiskusi
Diskusikan pertanyaan berikut ini dengan temanmu, lalu tulis hasil diskusi di buku kalian!
1. Apa permasalahan yang dialami Isrul?
2. Bagaimana pandangan ayah Isrul tentang sekolah?
3. Apakah kalian setuju dengan pandangan ayah Isrul? Jelaskan pendapat kalian!
4. Apakah di desa kalian masih ada orang tua yang berpandangan seperti ayah Isrul?
5. Jika masih ada, menurut kalian mengapa mereka berpandangan seperti itu?
6. Jika tidak ada, menurut kalian mengapa mereka tidak lagi berpandangan seperti itu?
7. Tulislah bagian-bagian dalam teks "Tabu" yang memuat prosedur memberi makan sapi!
-------------------------------------------
Kegiatan 3. Eksplorasi Kosakata
Eksplorasi kosakata berikut ini menggunakan kamus digital atau KBBI cetak, lalu buatlah satu kalimat dengan kata tersebut!
Contoh:
RANTING
Artinya: bagian cabang yang kecil-kecil dari tumbuhan berkayu; cabang dari cabang.
Kalimat: Burung pipit itu hinggap di ranting kering.
Eksplorasi kata berikut ini!
1. MEMADAI
2. TABU
3. HIDAYAH
4. RESPONS
5. TRADISI
6. PENYULUHAN
7. BUNGKAM
8. MUTLAK
9. SEPERCIK
10. TERPENCIL
Kegiatan 4 Mengubah Cerpen Menjadi Teks Prosedur
Setelah kalian melakukan kegiatan 1 hingga 3, bacalah kembali teks berjudul "Tabu" lalu ubah teks tersebut menjadi teks prosedur!
JUDUL TEKS: .................................
A. Peralatan
- ...................................................................................
- ...................................................................................
- ...................................................................................
- ...................................................................................
- ...................................................................................
- ...................................................................................
B. Bahan yang diperlukan
- ...................................................................................
- ...................................................................................
- ...................................................................................
- ...................................................................................
- ...................................................................................
- ...................................................................................
C. Langkah-langkah
- ...................................................................................
- ...................................................................................
- ...................................................................................
- ...................................................................................
- ...................................................................................
- ...................................................................................

Komentar
Posting Komentar