๐ Memahami Informasi dari Teks Deskripsi
Kegiatan 1: Membaca
Teks berikut ini mendeskripsikan kekerabatan suku Minangkabau. Bacalah dengan saksama!
Nama Keluarga
Saat mempelajari sensus penduduk, aku dan teman-teman di kelas berlatih mengisi formulir sesuai data. Banyak kolom yang harus kami isi termasuk nama ayah dan nama ibu.
Salah satu temanku heran, mengapa nama belakangku sama dengan nama belakang ibuku, bukan ayahku.
Katanya, “Biasanya nama anak mengikuti nama ayahnya, seperti Miko Sirait yang bersuku Batak, ayahnya bernama Tegar Sirait. Ada juga anak yang tidak menggunakan nama keluarga. Namaku, Anin Prasetyani, berbeda sama sekali dengan nama orang tuaku. Aku heran, kok nama belakangmu mengikuti nama ibumu?”
Iya juga, ya. Selama ini aku tidak memikirkannya. Pertanyaan Anin membuatku penasaran.
Di rumah, meluncurlah pertanyaanku, “Bu, mengapa aku memakai nama Chaniago, bukan nama Jambak seperti nama Ayah?”
Ibu tertegun sejenak, tetapi segera berbicara dengan penuh semangat. Kebudayaan Minangkabau terkenal dengan sistem matrilineal, yaitu menetapkan garis keturunan berdasarkan garis keturunan ibu. Jadi, marga anak akan mengikuti marga ibu. Budaya ini sudah lama berlangsung dan masih bertahan hingga kini.
Bagi orang Minangkabau, garis keturunan erat sekali hubungannya dengan adatnya. Perempuan dewasa atau ibu memiliki kedudukan yang tinggi dan menjadi lambang kehormatan keluarga. Ibu juga memiliki peran krusial dalam mengambil keputusan dalam keluarga.
“Wah, anak Ibu dua-duanya laki-laki. Ibu tak punya penerus keturunan. Apakah marga Chaniago bakal lenyap?” tanyaku.
“Perempuan bermarga Chaniago bukan hanya Ibu, Arifin,” sahut Ibu sambil tertawa.
Benar juga. Ibu memiliki beberapa sepupu perempuan dan sejumlah kerabat jauh.
“Ibu tidak menyesal tidak punya anak perempuan?” aku menggodanya.
Ibu tersenyum dan melanjutkan pembicaraannya tentang masyarakat Minangkabau. “Garis keturunan dan kelompok-kelompok masyarakat yang menjadi inti dari sistem kekerabatan matrilineal di Minangkabau ini adalah paruik. Setelah Islam masuk ke Minangkabau, istilah ini disebut kaum.”
“Dahulu, mereka tinggal dalam sebuah rumah gadang yang bisa didiami oleh banyak orang. Ikatan batin sesama anggota kaum ini kuat sekali. Mereka bersama-sama menjaga kehormatan kaumnya dengan semboyan orang sekaum sehina semalu. Anggota yang melanggar adat akan mencemarkan nama seluruh anggota kaum. Karenanya, seluruh anggota selalu diajak menjaga kehormatan dan tidak menyimpang dari peraturan. Para perempuan yang sudah dewasa selalu mengawasi rumah gadangnya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.” kata Ibu lagi.
“Masih penasaran?” tanya Ibu.
Aku menjawabnya dengan pelukan. Sebagian penjelasan Ibu tidak kupahami. Belasan tahun hidup bersama Ibu, aku hanya tahu bahwa dendeng balado buatannya enak. Aku baru tahu bahwa Ibu sangat mencintai budayanya, walau dia sudah merantau jauh dari kampung halaman. Ibu bahkan menyematkan nama marganya pada namaku dan nama adikku, walaupun kebiasaan tersebut tidak dilakukan oleh semua orang Minangkabau.
Sumber: Farida & Nukman, 2020
Kegiatan 2: Menjawab Soal Pilihan Ganda
Jawablah soal berikut berdasarkan teks di atas!
1.
Apa yang membuat tokoh “aku” mulai mempertanyakan asal-usul
nama belakangnya?
A. Guru menyuruhnya menanyakan arti namanya pada orang tua
B. Ia merasa nama belakangnya terdengar aneh
C. Temannya penasaran dengan nama belakangnya yang berbeda
D. Ia ingin mengubah nama belakangnya
Jawaban:
2.
Mengapa tokoh "aku" tidak pernah memikirkan arti
nama belakangnya sebelumnya?
A. Ia tidak suka membahas budaya
B. Ia terlalu sibuk dengan pelajaran
C. Ia terbiasa dengan nama itu sejak kecil
D. Ia malu bertanya kepada ibunya
Jawaban:
3.
Apa yang bisa disimpulkan tentang budaya Minangkabau dari
penjelasan Ibu?
A. Anak-anak selalu memakai nama ayah
B. Perempuan tidak memiliki peran penting
C. Perempuan menjadi penerus garis keturunan
D. Rumah gadang hanya dihuni oleh laki-laki
Jawaban:
4.
Mengapa Ibu tertawa ketika ditanya tentang tidak memiliki
anak perempuan?
A. Ia merasa pertanyaannya lucu
B. Ia tahu marganya tetap diteruskan oleh kerabat
C. Ia sedang menyembunyikan kesedihannya
D. Ia ingin mengalihkan pembicaraan
Jawaban:
5.
Apa hubungan antara “paruik” dan “kaum” menurut teks?
A. Paruik adalah nama makanan khas Minang
B. Paruik adalah sebutan sebelum masuknya Islam, kemudian disebut kaum
C. Kaum hanya untuk laki-laki, paruik untuk perempuan
D. Kaum adalah nama marga, paruik adalah nama suku
Jawaban:
6.
Apa makna ungkapan “orang sekaum sehina semalu” dalam budaya
Minangkabau?
A. Kaum selalu merasa malu jika tidak dihormati
B. Jika satu anggota melanggar, seluruh kaum ikut tercoreng
C. Kaum yang dihina harus dibela
D. Anggota kaum harus malu kepada orang luar
Jawaban:
7.
Mengapa tokoh “aku” merasa belum benar-benar mengenal
ibunya?
A. Ia jarang berbicara dengan ibunya
B. Ia baru tahu betapa ibunya mencintai budayanya
C. Ia dibesarkan oleh orang lain
D. Ia tidak tahu nama lengkap ibunya
Jawaban:
8.
Apa yang bisa kita simpulkan tentang kehidupan sosial di
rumah gadang zaman dulu?
A. Setiap orang tinggal sendiri
B. Hanya orang tua yang tinggal di sana
C. Semua anggota kaum tinggal bersama dan saling menjaga
D. Rumah itu hanya untuk tempat ibadah
Jawaban:
9.
Apa yang tersirat dari pilihan Ibu menyematkan nama marganya
pada anak-anaknya?
A. Ia ingin melestarikan budaya Minangkabau
B. Ia ingin melawan adat
C. Ia tidak menghargai nama suaminya
D. Ia mengikuti tradisi dari budaya lain
Jawaban:
10.
Mengapa sebagian penjelasan Ibu tidak dipahami oleh tokoh
“aku”?
A. Penjelasannya terlalu panjang dan rumit
B. Tokoh “aku” tidak tertarik budaya
C. Tokoh “aku” masih anak-anak dan baru mempelajari budayanya
D. Ibu memakai bahasa daerah
Jawaban:
Kegiatan 3: Menjawab Soal Esai
- Siapa nama tokoh “aku”?
- Mengapa tokoh menggunakan nama belakang ibunya, bukan nama belakang ayahnya?
- Sebaiknya setiap anak mencantumkan nama keluarganya.
Apakah kalian setuju?
□ Setuju □ Tidak Setuju
Alasan saya adalah:
....................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................... - Berdasarkan pemahaman kalian terhadap bacaan, jelaskan dengan singkat makna dari sistem kekerabatan matrilineal.
- Menurut kalian, apa pesan yang hendak disampaikan penulis cerita “Nama Keluarga”?

Komentar
Posting Komentar