Ide Pokok dan Ide Pendukung dalam cerita "Yang Lebih Penting dari Aku"
Mengidentifikasi Ide Pokok dan Ide Pendukung pada Teks Deskripsi
๐ Mari Membaca
Yang Lebih Penting dari Aku
“Diam-diam saja dari tadi. Baca terus, seperti yang paling pintar saja.”
“Iya. Kita ini dianggap patung?”
“Bukan patung, tapi angin.”
Mataku ke arah buku yang kubaca, tetapi telingaku mendengar semuanya. Walau mereka berbicara dengan suara rendah, suasana sunyi mengantarkan setiap bunyi dengan setia.
Aku benar-benar tidak ingin di sini. Terlihat orang dengan berbagai penampilan mondar-mandir lantas duduk, lalu berdiri dalam diam. Wajah-wajah gundah dan lelah membuatku tambah lemas. Kapan ini semua berakhir? Tengah malam begini, seharusnya aku bisa duduk santai di rumah, baca, atau main game. Sejak sore, aku ingin minta izin pulang. It’s impossible. Mustahil. Mana mungkin aku bisa pulang saat seluruh keluarga berkumpul.
Aku kembali membaca bukuku, tetapi tak satu pun kalimat kupahami. Suara-suara yang menyindirku itu masih terdengar, kadang diselingi tawa. Aku cukup yakin, jika aku mengangkat wajah, salah satu atau beberapa orang dari mereka sedang melirikku. Aku tidak suka, tetapi mau bagaimana lagi? Walau tak kukenal dengan baik, mereka semua terikat darah denganku.
This is it. Cukup sudah. Aku tidak tahan lagi. Aku harus bicara. Akan kutegur mereka. Seenaknya saja menggunjingkan orang yang ada di depannya. Kemarahan tiba-tiba memenuhi dadaku. Aku berdiri sambil mengentakkan kaki. Derit nyaring kursi besi tua membuat beberapa orang menoleh.
Kudekati
sumber suara gaduh itu. “Maaf. Apa aku mengganggu kalian?” Aku sendiri terkejut
mendengar nada suaraku. Aku benar-benar sedang kesal. “Eh, ada apa?” tanya Edo.
Dia anak Om Samsudin, kakak ayahku. Aku dan Edo seumur, tetapi kami tidak
pernah cocok. Bahar berdiri, “Iya. Ada apa? Mengganggu bagaimana?”
Kukepalkan tangan, aku berbicara di antara gigi yang terkatup. “Aku tahu, tadi kalian membicarakan aku. Maaf kalau aku tidak bisa ikut mengobrol. Aku memilih membaca karena aku ingin tenang.” “Siapa yang membicarakanmu? Kami bicara sendiri dari tadi,” sahut Marlina yang disambut anggukan oleh yang lain. Mereka bersahutan cukup ramai sehingga beberapa pasang mata mengamati kami.
“Jangan bertengkar di sini. Tidak pantas,” Edo bicara lagi. “Justru kalian yang memulai. Aku kan tidak mengganggu,” bisikku kaku. “Kamu tidak mau bergabung, dan itu mengganggu,” Bahar mencondongkan bahunya ke arahku.
Amarah mencengkeramku. Aku benar-benar siap meledak. Aku merasa deru jantungku kian kencang. Kepalanku kian kuat. Aku bisa merasakan ujung kuku menekan telapak tanganku. Kemarahan menguasaiku.
Tepat pada saat itu, pintu geser kehijauan itu terbuka. “Keluarga Bapak Pattarani!” Seperti disemprot air dengan selang, kami berhamburan mendekat. “Operasi berhasil, pasien ada di ruang pemulihan.”
Ayahku bangkit dan mengusap matanya berkali-kali. Para om dan tante tersenyum lega dan segera sibuk mengabarkan kebahagiaan itu. Sepupu-sepupu yang sudah tertidur jadi terbangun, sebagian menangis karena terkejut sekaligus gembira. Kakek kesayangan kami terlepas dari bahaya. Seruan syukur berdengung memenuhi ruangan.
Marlina
melompat kemudian menyalamiku dan Edo sekaligus. Kami semua bahagia, walau
beberapa detik sebelumnya kami nyaris baku hantam.
✍️ Kegiatan 1:
Saatnya menemukan ide pokok dan ide pendukung dalam cerita "Yang Lebih Penting dari Aku"
Kini
tugas kalian adalah menentukan ide pokok dan ide pendukung paragraf-paragraf
dalam teks “Yang Lebih Penting dari Aku”. Ide pokok adalah topik yang menjadi
pokok pengembangan sebuah paragraf. Dengan kata lain, ide pokok adalah intisari
dari sebuah paragraf. Ide pokok diperkuat oleh ide pendukung. Artinya, ide
pendukung memperkuat dan melengkapi ide pokok. Untuk menemukan ide pokok,
kalian perlu membaca sebuah paragraf dengan saksama. Temukan kalimat yang
mewakili isi paragraf tersebut. Posisi kalimat yang menjadi ide pokok tersebut
dapat di awal, di akhir, di awal dan akhir, dan di tengah paragraf. Kadang,
kalian harus menyimpulkan ide pokok tersebut dengan kalimat kalian sendiri.
Karena itu, kalian harus mencermati bacaan dengan sebaik-baiknya.
Tulis hasilnya di buku tugas kalian, ya!

Komentar
Posting Komentar