Memahami Isi Teks Deskripsi
Memahami Isi Teks Deskripsi
Kegiatan 1:
Mengakses Informasi dan Mengambil Simpulan dari Teks Deskripsi
๐ Mari Membaca
Rafa menghabiskan akhir pekan
bersama keluarganya. Kali ini mereka berwisata ke sebuah puncak yang sedang
populer di Aceh, yaitu Pantan Terong. Rafa tak menyesal mengusulkan destinasi
wisata ini kepada keluarganya. Ia sering membacanya di internet. Kali ini ia
dapat menyaksikan keindahan tempat ini dengan matanya sendiri. Setiba di rumah,
ia pun segera menuliskan pengalamannya ini di blognya.
Pantan Terong yang Instagramable
Pantan Terong adalah nama tempat
wisata yang sedang populer di Kota Takengon. Akhirnya, aku menginjakkan kaki
juga di sini. Kalau kalian berkunjung ke Aceh, sempatkan mampir juga ke bukit
yang instagramable ini, ya. Aku jamin, kalian tidak akan merasa rugi!
Kami berangkat dari Banda Aceh
pukul 01.00 siang. Pukul 08.00 malam kami tiba di rumah Paman di Kota Takengon.
Setelah makan malam, Paman menyuruh kami bergegas tidur. Kami akan pergi segera
setelah salat subuh. Siapa tahu kami bisa menyaksikan matahari terbit di Pantan
Terong!
Kota Takengon masih gelap dan
sepi saat kami berangkat pagi itu. Hanya dalam waktu 15 menit, kami sudah tiba
di jalan mendaki ke arah puncak bukit. Wow, jalanan kecil itu menanjak dan
curam dengan tikungan-tikungan yang tajam! Deg-degan sekali rasanya. Untung
Paman lihai mengendarai mobil. Kata Paman, hanya mobil berkondisi prima yang
bisa memanjat jalanan securam ini. Untung saja ketegangan itu segera berakhir.
Sesampai di atas, Paman memarkir mobil di luar pagar dan kami pun masuk ke
dalam.
Dari ketinggian 1.830 meter di
atas permukaan laut, kami dapat melihat warna langit yang jingga terkena semburat
sinar matahari di balik deretan gunung-gunung yang kokoh. Warna itu kontras
sekali dengan perbukitan yang hijau, perkebunan, lembah-lembah yang sangat
cantik, dan Kota Takengon yang terlihat kecil dari sini. Oh ya, kalian juga
dapat melihat Danau Laut Tawar yang seperti berkilau diterpa sinar matahari
pagi. Pokoknya rasa kantuk karena bangun pada pagi buta tadi sudah terbayar
dengan pemandangan cantik ini. Kata Paman, kalian juga dapat menikmati pelangi
yang muncul setelah hujan. Wah, aku jadi penasaran! Lain kali aku harus ke sini
lagi.
Nah, matahari sudah makin tinggi,
waktunya untuk swafoto. Wah, banyak sekali latar yang dapat dipilih untuk
swafoto! Ada ayunan di depan tulisan Pantan Terong yang dicat senada dengan
warna bendera pusaka, merah dan putih. Apabila kalian berswafoto di sana,
kalian akan mendapatkan latar lembah yang mengepung Kota Takengon di kejauhan.
Keren, kan?
Bagus, ya? Pasti kalian tidak tahu aku s e dang menggigil kedinginan. Setelah berswafoto, apa lagi? Di sini kalian pun dapat mencicipi aneka jenis sajian kopi asli Tanah Gayo. Kalian dapat memilih berbagai varian minuman kopi , seperti espresso, cappuccino, mochacino, hingga latte. Makin siang makin banyak pengunjung berdatangan. Matahari makin tinggi dan hawa sejuk memeluk kami. Angin yang bertiup memainkan rambut dan berputar di sekeliling tubuh membuat kami ingin berswafoto lagi dan lagi.
Sebelum pulang, ibuku membeli suvenir yang berbentuk kopi gayo. Katanya, kita harus membantu perajin lokal. Nah, tunggu apa lagi? Dengan mengunjungi Pantan Terong, kalian pun ikut mempromosikan wisata dan kerajinan lokal. Segera berwisata ke Aceh dan menikmati kecantikan Pantan Terong, ya!
✍️ Setelah membaca pengalaman Rafa, mari kita menyimpulkannya dengan menjawab pertanyaan berikut ini!
1. Apa objek
yang dideskripsikan dalam tulisan Rafa di atas?
2. Di kota
mana objek tersebut berada?
3. Pada
pengantar tulisan, mengapa disebutkan Rafa tak menyesal mengusulkan destinasi
wisata ini kepada keluarganya?
4. Tuliskan
kembali dua kutipan kalimat Rafa yang menunjukkan kesannya terhadap objek
tersebut!
a.
_____________________________________________________
b._____________________________________________________
5. Tempat
wisata tak hanya menyuguhkan pemandangan yang instagramable, tetapi juga kisah
di balik terbentuknya bentang alam, cerita di balik pembuatan cendera mata,
serta makanan khas daerah tersebut. Kegiatan apakah yang pernah kalian lakukan
saat berwisata selain mendokumentasikan keindahan tempat tersebut?
6. “Jangan ambil apa pun selain foto, jangan bunuh apa pun selain waktu, dan jangan tinggalkan apa pun selain jejak kakimu,” merupakan ungkapan penting yang perlu dicamkan oleh pengunjung tempat wisata. Menurut kalian, apa maksud pernyataan tersebut?
Tulis jawabannya di buku tugasmu, lalu kirim tugasmu
ke tautan berikut ini, ya!

Komentar
Posting Komentar