Tabrani, Sang Pencetus Nama Bahasa Indonesia yang Terlupakan


Dari Perdebatan ke Persatuan

Kalau kita bicara tentang Sumpah Pemuda 1928, biasanya yang diingat adalah kalimat “Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.”

Tapi, tahukah kamu siapa orang yang pertama kali mencetuskan nama Bahasa Indonesia?

Dialah Mohamad Tabrani.

Tabrani lahir di Pamekasan, Madura, pada 10 Oktober 1904. Sejak kecil ia suka berorganisasi dan berani menyuarakan pendapat. Saat remaja, ia aktif di Jong Java, lalu ikut Kongres Pemuda.

Nah, di sinilah terjadi peristiwa penting. Pada kongres itu, para tokoh pemuda berdebat soal bahasa persatuan. Sebagian besar, termasuk Muhammad Yamin, ingin bahasa persatuan disebut Bahasa Melayu.

Yamin berkata lantang, “Bahasa Melayu sudah lama dipakai di berbagai daerah. Ia sederhana dan bisa dimengerti banyak orang. Biarlah itu jadi bahasa persatuan kita.”

Namun Tabrani berdiri dan menatap semua peserta. “Tidak! Jika kita ingin merdeka, kita butuh bahasa yang benar-benar menyatukan. Nama itu bukan Melayu… nama itu adalah Bahasa Indonesia!”

Suasana ruangan seketika hening. Beberapa orang mengangguk, tapi ada juga yang berbisik ragu. Perdebatan berlangsung panas, antara mempertahankan “Melayu” atau menerima “Indonesia.”

Akhirnya, usul Tabrani disetujui. Nama Bahasa Indonesia pun resmi dipakai dalam Sumpah Pemuda 1928. Dari situlah bahasa yang kita gunakan sekarang lahir, berkat keberanian seorang pemuda yang berani berbeda pendapat.

Selain menjadi pencetus nama bahasa, Tabrani juga seorang wartawan ulung. Ia mendirikan surat kabar, menulis artikel yang membakar semangat, dan memimpin Harian Merdeka di Surabaya. Setelah kemerdekaan, ia sempat duduk di DPR dan menulis buku-buku perjuangan.

Mohamad Tabrani wafat pada 12 Desember 1984. Namanya mungkin tak setenar tokoh lain, tetapi jasanya tak ternilai. Karena keberanian Tabrani berdebat dengan Yamin dan kawan-kawan, hari ini kita bisa dengan bangga berkata:

“Bahasa kita adalah Bahasa Indonesia.”

Komentar

  1. Mohammad Tabrani jasanya yang tak ternilai

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yap, benar. Bahasa Indonesia jadi bahasa pemersatu bangsa ini.

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tugas Kelas 7 - Menilai Pamflet Wisata

Mengapa Situasi indonesia Saat Ini Begitu Genting?

๐Ÿ“˜ Tugas Bahasa Indonesia Kelas 7 - Menulis Sudut Rumah Favorit Kalian